Ban dari Rumput dan Ilalang Basah

Saat kita gowes di hutan atau di tempat yang terpencil sehingga jauh dari perkampungan atau tempat tambal ban. Apa yang akan dilakukan? Seandainya ban dalam kita bocor. Jangankan mengganti dengan ban cadangan, kita lupa untuk membawa kit untuk tambal ban. Teman-teman yang biasa membawa cadangan ban dalam dan kit untuk nambal pun terlupa. Bahkan pompa pun tidak ada. Mungkin kita akan langsung memutuskan akan menuntun sepeda dan menuruni perbukitan di hutan tersebut menuju kampung terdekat. Mungkin hal itu tidak menjadi masalah bila jaraknya hanya 1 atau 2 km dari perkampungan, tapi bila 5 km atau lebih? Sebenarnya ada cara yang mungkin tidak terpikirkan oleh om dan tante, bila kita dihadapkan pada keadaan tersebut. Kejadian seperti itu pernah dialami oleh teman-teman saya. Saat mereka gowes ke gunung, memasuki hutan dan ternyata ban salah seorang teman bocor. Sedangkan yang lain tidak membawa apapun untuk menambal atau mengganti ban dalamnya. Jarak ke kampung terdekat sekitar 5 km lebih. Pak Wawan, yang kebetulan bannya bocor tersebut berpikir keras. Akhirnya, dia menemukan ide. Ban dalam yang bocor tersebut dikeluarkan. Ban Luarnya kembali dia pasang. Kemudian, dia mencabuti rumput dan ilalang yang banyak terdapat di sana. Rumput dan ilalang yang diambilnya adalah rumput yang masih hijau dan cukup panjang. Setelah terkumpul cukup banyak. Rumput tersebut oleh Pak Wawan dimasukkan ke dalam ban luar yang semestinya diisi ban dalam yang diisi udara. Sejumput demi sejumput dia masukkan sedemikian rupa sehingga ban luar jadi sangat keras terisi oleh rumput dan ilalang tersebut. Memang memerlukan ekstra tenaga untuk menjejalkan rumput dan ilalang ke dalam ban yang sudah cukup penuh tapi belum cukup keras untuk dikendarai. Akhirnya setelah dicukup keras, ban yang terisi rumput tersebut kembali dipasang. Bisa dinaiki dan digowes. Memang kurang nyaman, tapi lumayan bisa menuruni single trek dan turunan menuju perkampungan terdekat untuk mencari tukang tambal ban. Ternyata cukup ampuh. Ban Rumput hasil kreasinya telah menyelamatkan Pak Wawan dan bisa tiba di kampung terdekat. Tiba di tukang tambal ban. Saat ban luar dibongkar. Rumput dan Ilalang yang tadi di hutan dimasukkan dalam keadaan utuh, telah menjadi potongan-potongan halus dan empuk. Tapi bagaimana pun, rumput dan ilalang tersebut telah menyelamatkan si empu sepeda tanpa kurang suatu apa! Tentunya, pengalaman tersebut cukup sensasional…karena pertama kali mengendari ban rumput/ilalang yang tidak dijual di toko!😛 Selamat mencoba…psst tapi ini kalau dalam keadaan yang sangat darurat ya! Don’t do this at home

2 thoughts on “Ban dari Rumput dan Ilalang Basah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s