Trek Gunung Putri-Gunung Guntur, Garut

Bahkan, pada batas kelelahan fisik yang teramat sangat. Seorang goweser harus tetap bisa tersenyum dan tertawa menutup duka nestapa.

Akhirnya, gowes ke Gunung Putri-Gunung Guntur, Garut diikuti 16 orang peserta yang mayoritas adalah para Roki (Rombongan Aki-aki) yang pantang menyerah. Gowes ke Gunung Putri kali ini, minus Gasheba-Bayongbong. Sementara Jarambah dan Lodaya ikut serta menerpa terjal dan curamnya “bersepeda” di Gunung Putri ini.

Trek Gunung Putri, yang sangat curam. Sama sekali “un-gowes-able”. Teramat sangat ekstrim, penuh dengan batu-batu granit dengan jurang yang dalam di sebelah kanannya. Trek ini, sekaligus sebagai ajang uji kebersamaan dan kekompakan bersepeda. Kurang2-nya kebersamaan dan kekompakan serta kekuatan mental yang kuat. Dipastikan akan balik kanan, pulang sebagai “the looser” alias “pecundang”!

Seribu persen, harus hati-hati melewati jalur ini. Meleng sedikit, dipastikan tubuh akan terjungkal, diikuti oleh sepeda kita. Karena, kita tidak lagi menuntun apatah menaiki. Tapi wajib, DH (Didorong Heula) sampai puncak Gunung Putri.Bahkan, pada beberapa titik, kita wajib menjadi “tunggangan” sepeda kita yang biasanya ditunggangi. Mental dan fisik yang kuat sangat diperlukan. Ragu-ragu? Sebaiknya Anda kembali.

Dari 16, peserta empat orang terjatuh dengan kondisi jungkir balik. Untunglah selamat. Walaupun tidak jungkir balik, dipastikan kaki dan tangan tanpa protektor akan baret-baret dan terluka. Perih tersayat alang-alang atau gelagah yang menutup jalan single trek di puncaknya.

Rasa lelah, luka dan mental yang nge-drop karena terjatuh atau tersesat di puncak Gunung Putri, terobati saat kita tiba di lembah Puncak Gunung Putri. Lembahnya, mengingatkan kita pada Lembah Mandalawangi di Gunung Gede, Bogor. Sejuk, dataran yang luas dan serba hijau dengan latar belakang Perut Gunung Guntur.

Sangat dianjurkan untuk membawa kompas atau garmin atau gadget GPS. Karena jalannya membingungkan, banyak percabangan dan jalan tikus yang menyesatkan. Bahkan, sebuah jalan berbentuk Gua terdiri dari akar dan tumbuhan menjalan membentang di tengah perjalanan. Mirip sarang babi hutan!

Vegetasi di Gunung Putri didominasi oleh rumput akar wangi. Hutannya sudah gundul di gantikan oleh rumput si haus hara tersebut. Diprediksi, tidak lama lagi, dataran tinggi ini akan gersang! Sayup-sayup, dari kejauhan terdengar dan tampak samar-samar, para penebang pohon menggunakan chain shaw!

Bukan hal yang aneh, tangisan dan keluhan menjadi hal yang biasa pada waktu melewati trek ini. Bahkan, seorang manusia pun bisa beruba menjadi lebah…karena mulutnya tak henti menggerundel mengingat treknya yang teramat terjal, berbatu-batu tajam dan full panggul sepeda! Ditambah, serangan lebah yang beberapa kali, menyerah kepala. Untunglah, memakai helm.Sehingga hanya terdengar, gemeletak bunyi tubuh lebah yang menghajar helm.

Pemandangan di atas Gunung Putri sangat elok. Mengingatkan kita pada highland di Irlandi sana🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s